Bismillah walhamdulillah, asholatu wassalamu ‘ala rosulillah…

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…” tentu makna ayat cintaNya itu selalu terngiang dalam jiwa raga kita, sebab rasa syukur kita sebagai hambaNya nan lemah terlalu minim, setitik lafadz kesyukuran di kala Allah SWT melimpahkan samudera kenikmatan di dunia, subhanallah faghfirlana…
Konon belasan tahun silam ada salah seorang guru yang mengisahkan tentang betapa beruntung dan teramat bahagia menjadi orang yang bersyukur.
Nabi Musa Alayhissalam memiliki ummat yang berjumlah sangat banyak. Umur mereka panjang-panjang. Ada yang kaya raya (hingga bertumpuk harta benda hasil usahanya) dan ada yang miskin harta. Suatu hari, ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa alayhissalam. Begitu miskinnya ia hingga pakaian yang dipakainya compang-camping dan sangat sangat lusuh berdebu, kumal.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa alayhissalam, ”Ya, Nabiyullah yang mulia, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya raya.”
Nabi Musa alayhissalam tersenyum dan berkata kepada orang itu, ”Baiklah, Saudaraku, perbanyak bersyukur kepada Allah SWT.”
Si miskin itu agak kesal, tampak tak suka dengan nasehat itu, lalu ia berkata,” Bagaimanalah aku banyak bersyukur?! Aku makan pun jarang dan pakaian yang aku kenakan pun hanya satu lembar ini saja.” Berkeluh-kesah batin dan lisannya. Akhirnya, si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Makin kelabu hari-harinya.
#LoveIslam Forever
Beberapa waktu kemudian, salah seorang kaya datang menghadap Nabi Musa alayhissalam pula. Orang tersebut bersih badannya, ramah, juga rapi pakaiannya.
Ia berkata kepada Nabi Musa Alayhissalam, ”Wahai, Nabiyullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT agar aku dijadikan tenang damai meskipun miskin harta, karena terkadang aku merasa amat terganggu dengan hartaku.”
Nabi Musa alayhissalam pun tersenyum, lalu berkata, ”Wahai, Saudaraku, tidakkah kamu bersyukur kepada ALLAH SWT?”
Orang kaya itu lalu menjawab cepat, ”Ya, Nabiyullah nan mulia, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah SWT? Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat seisi dunia. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan. Bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya…?”
Akhirnya, Si Kaya itu pun pulang kerumahnya diiringi doa dari nabiyullah.
Sungguh yang terjadi adalah Si Kaya itu makin kaya melulu. Allah SWT menambah kekayaannya karena ia bersyukur dan selalu bersyukur. Sementara itu, Si Miskin menjadi bertambah Miskin. Allah SWT bahkan dengan mudah mengambil semua nikmat-Nya sehingga Si Miskin itu tidak memiliki selembar pakaian pun yang melekat ditubuhnya. Innalillahi wa inna ilayhi roji’un…
Bagaimana kita dapat bersyukur atas nikmatNya yang luas tiada terkira jika tak dapat mensyukuri segala percikan curahan nikmatNya yang menempel pada diri kita dan semua hal nan berada di sekitar kita?!
Bukanlah harta benda menjadikan kita berciri kaya lalu bisa bersyukur, sesungguhnya rasa syukur nan subur dalam jiwa itulah merupakan kekayaan sejati. waullohu a’lam.
Semoga secuil tadzkirah ini kian menambah motivasi kita untuk senantiasa kian bersyukur, Walhamdulillah … Barokallohufeekum sahabat-sahabat #LoveQuran !
(KL, eidul adha 1439h)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Terkait