Oxfam memperingatkan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk, dengan kelaparan yang telah meluas selama beberapa waktu dan menyebabkan banyak warga sipil meninggal dunia.
Dalam pernyataan pada Rabu, organisasi kemanusiaan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya terus membunyikan alarm terkait krisis yang kian dalam di Gaza. Oxfam menyoroti kurangnya respons memadai terhadap berbagai permohonan bantuan yang berulang kali diajukan, yang membuat para pekerja kemanusiaan semakin putus asa.
Oxfam menekankan bahwa warga Gaza tengah menghadapi krisis berat, terutama akibat kekurangan gizi dan pencemaran air—dua faktor yang memperparah penderitaan mereka di tengah kondisi yang digambarkan sebagai “bencana dan belum pernah terjadi sebelumnya”.
Krisis kemanusiaan ini terus memburuk, sementara seluruh penyeberangan perbatasan telah ditutup selama lebih dari 140 hari. Hal ini terjadi meskipun sebelumnya sempat ada kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan, yang kemudian ditinggalkan oleh pasukan pendudukan Israel.
Pada Rabu pagi, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan 10 kematian tambahan akibat kelaparan dan kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban jiwa akibat kelaparan kini mencapai 111 orang.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran