Home » Parenting Nabawi » Posisi Kita Adalah…

Posisi Kita Adalah…

Bismillah walhamdulillah, asholatu wassalamu ‘ala rosulillah…

Ibarat naik pesawat, kita sedang bersiap boarding, penerbangan menuju alam barzah adalah sebuah kepastian yang tiada sesiapa dapat menyangkalnya. Namun Allah ta’ala mengizinkan hamba-hambaNya mempersiapkan perbekalan bagasi buat dibawa kesana, hanya saja khusus penerbangan ini, menit keberangkatannya tidak diduga, Allah azza wa jalla saja sang maha mengetahui akan hari H hadiah tiket masing-masing diri ini.

 

 

world

 

photo 1

Dunia hanyalah transit, persinggahan kita sementara. Tidak satu pun makhluk yang dapat selamat dari kefanaan dunia, kalau punya nyawa~ pasti akan mati. Bukan kata siapa-siapa, ini adalah petikan pemberitahuan kalimat cintaNya dalam kitabulloh sendiri, :-).

Lantas, Siapakah mereka yang dapat selamat menuju penerbangan yang ‘sedang antrian’ ini?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ أَوْ عَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Dunia dan seluruh isinya dilaknati, kecuali dzikir mengingat Allah, taat pada-Nya (mau mengikuti tuntunan, pen.), orang yang berilmu (seorang alim) atau orang yang belajar ilmu agama.” (HR Ibnu Majah, no. 4112; Tirmidzi, no. 2322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Kalimat di atas seakan-akan maksudnya adalah dunia itu dicela, artinya dunia itu tidak dipuji kecuali bagi yang rajin berdzikir, yang beribadah pada Allah, seorang alim, atau yang mau belajar atau mendalami agama.

gambar2

Kesimpulannya kalau mau selamat, maka jadilah bagian dari empat orang berikut ini:

  1. Orang yang rajin berdzikir

  2. Orang yang beribadah sesuai tuntunan

  3. Orang yang ‘alim (berilmu)

  4. Orang yang mau belajar.

lalu istiqomah hingga maut menjemput… 

Dari Al-Hasan Al-Bashri, dari Abu Ad-Darda’, ia berkata,

كُنْ عَالِمًا ، أَوْ مُتَعَلِّمًا ، أَوْ مُسْتَمِعًا ، أَوْ مُحِبًّا ، وَلاَ تَكُنْ الخَامِسَةَ فَتَهْلَكُ. قَالَ : فَقُلْتُ لِلْحَسَنِ : مَنِ الخَامِسَةُ ؟ قال : المبْتَدِعُ

“Jadilah seorang alim atau seorang yang mau belajar, atau seorang yang sekedar mau mendengar nasehat, atau seorang yang sekedar suka (belajar), janganlah jadi yang kelima.” Humaid berkata pada Al-Hasan Al-Bashri, yang kelima itu apa. Jawab Hasan, “Janganlah jadi ahli bid’ah (yang beramal asal-asalan tanpa panduan ilmu, pen.) (Al-Ibanah Al-Kubra karya Ibnu Batthah)”

kuburimage

 

Maka tanyakan pada nurani kita, “Siapa diri ini?” “Dari empat itu, posisi kita adalah…” 

Semoga Allah ta’ala curahkan hidayah, taufiq dan rahmatNya kepada kita, hingga kelak meraih husnul khotimah…

Allahumma fighlana zunubana waliwaa lidiinaa warham humaa kama Rab-bayanaa saghiraa,
Allahummaa timlana bi’husnil khatimah wala tahtim alaina bisuu iil’ khatimah …Rab-bana laa tuziq qulubana ba’da iizhadaitana wahab lana min ladunkha-rahmah in’naka antal wahab,
Rabbana a’tina fiddun yaa hasanah, wafil a’-khiratil hasanah, waqinaa azabannar ,
Wasallallah hu ‘ala saidina Muhammad, wa’ala a’lihi washabihi wassalam Walhamdulillahirabbil a’lamiin.
Waullohu a’lam bisshowab,
(@bidadari_Azzam, KL, awal Dzulhijjah 1437h)

Check Also

Tentang Iman dan Istiqomah

Bismillah walhamdulillah, asholatu wassalamu ‘ala rosulillah… Iman dan Istiqomah عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: