Pegawai Uni Eropa di Brussels, ibu kota Belgia, mengadakan pemakaman simbolis bagi para korban pembantaian yang dilakukan tentara Israel terhadap pengungsi Palestina di Rafah, Jalur Gaza selatan, Anadolu Agency melaporkan.
Pada hari Kamis, para karyawan berkumpul di depan gedung Komisi Eropa dan Dewan Eropa dengan mengenakan keffiyeh Palestina. Mereka membentangkan jaket dan berbaring di tanah sambil memegang tanda bergambar tangan yang berlumuran darah. Mereka menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Sejak Minggu malam, Israel telah melakukan serangkaian pembantaian terhadap pengungsi di Rafah barat, sebuah wilayah yang diklaim aman oleh tentara Israel. Hal ini terjadi meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional untuk menghentikan serangan darat yang sedang berlangsung di kota tersebut sejak 6 Mei.
Pembantaian ini telah mengakibatkan kematian 72 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dan 200 kematian menurut seorang pejabat PBB, dalam waktu 48 jam. Perbedaan jumlah korban tewas ini disebabkan oleh penutupan rumah sakit di Rafah dan banyaknya korban luka kritis tanpa intervensi medis.
Israel melanjutkan serangannya di Gaza, mengabaikan resolusi PBB yang menuntut gencatan senjata segera dan perintah dari Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengambil tindakan guna mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi kemanusiaan. Selain itu, Israel mengabaikan niat Pengadilan Kriminal Internasional yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Galant.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran