Setidaknya 33 karyawan Bulan Sabit Merah telah terbunuh di Jalur Gaza sejak Israel memulai perang mematikan di wilayah kantong yang terkepung itu hampir delapan bulan lalu, Anadolu melaporkan.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menulis di X: “Adegan dari pemakaman rekan kami, Mohammed Jihad Abed, seorang karyawan di Departemen Manajemen Risiko Bencana, yang terbunuh ketika pasukan pendudukan mengebom rumahnya tadi malam di Rafah.”
“Ini menjadikan jumlah total anggota PRCS yang terbunuh sejak awal agresi di Gaza menjadi 33 orang, termasuk 19 orang yang terbunuh saat menjalankan tugas kemanusiaan mereka,” tambahnya.
Pada tanggal 29 Mei, dua paramedis yang berafiliasi dengan Bulan Sabit Merah Palestina tewas dalam serangan tentara Israel terhadap ambulans dalam perjalanan untuk mengevakuasi warga Palestina di Persimpangan Abu al-Said di Tel al-Sultan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan.
Bulan Sabit Merah Palestina menekankan bahwa Israel dengan sengaja menargetkan petugas kesehatan.
Israel menggempur Jalur Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
Tentara Israel telah menyerang dan menggerebek 160 fasilitas kesehatan di Jalur Gaza, yang mengakibatkan penutupan 55 pusat kesehatan dan 33 rumah sakit.
Hampir 36.400 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak Israel memulai serangannya hampir delapan bulan lalu. Mayoritas korban tewas adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 82.400 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran