Home » Kondisi Umat » Desainer Jepang Ciptakan Hijab Ramah Lingkungan

Desainer Jepang Ciptakan Hijab Ramah Lingkungan

Terinspirasi dari perempuan Indonesia yang berhijab, desainer asal Jepang menciptakan hijab ramah lingkungan pertama di dunia dari limbah sisik ikan yang didaur ulang.

Budaya Indonesia punya hijab, sedangkan di Jepang tidak, kata Erika Masuda kepada pers di Jakarta, lapor Antara News .

“Konsep hijab di Indonesia membuat saya tertarik untuk membuat versinya dengan menggunakan bahan kolagen dari sisik ikan yang sering dibuang sembarangan dan menjadi limbah.”

Ia berharap, penggunaan sisik ikan sebagai bahan dasar pembuatan jilbab suatu saat nanti bisa menjadi solusi perubahan iklim dan menjamin kelestarian lingkungan yang bisa ditiru di tempat lain.

Masuda kini berkolaborasi dengan Bubah Alfian, desainer asal Indonesia, untuk merancang 12 tampilan busana muslim yang akan dipamerkan di Jakarta. Hal ini sebagai upaya mendekatkan tren fesyen daur ulang kepada para muslimah di ibu kota Indonesia.

Alfian menilai, tidak ada perbedaan antara serat kolagen dari sisik ikan dengan kain tenun biasa.

“Saya rasa ini adalah kain paling lembut yang pernah saya pegang; adem, bagus, dan nyaman sekali,” kata Bubah.

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di mana umat Islam merupakan 80% persen dari 220 juta penduduk.

Islam melihat hijab sebagai aturan berpakaian yang wajib, bukan simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang.[fq/aboutislam]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: