Sebanyak 34 jurnalis tewas dalam pemboman dan serangan intensif di Jalur Gaza yang dikepung oleh Israel sejak 7 Oktober, lapor Anadolu Agency .
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan di Gaza merilis nama-nama jurnalis yang terbunuh di wilayah tersebut, yang telah diserang Israel selama 23 hari.
34 jurnalis Palestina, termasuk tiga perempuan, tewas dalam serangan tersebut, dan banyak jurnalis juga kehilangan anggota keluarga mereka dalam serangan Israel, menurut pernyataan itu.
Dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di Kamp Pengungsi Nuseirat pada tanggal 25 Oktober, koresponden Al Jazeera Wael al-Dahduh kehilangan anggota keluarganya, termasuk istri, putra, dan putrinya.
Dalam bentrokan di perbatasan Israel-Lebanon, seorang jurnalis Lebanon juga kehilangan nyawa akibat tembakan Israel.
Israel telah membombardir Gaza sejak 7 Oktober ketika Hamas melakukan serangan mendadak lintas batas.
Juru bicara militer, Daniel Hagari, pada hari Sabtu mengumumkan memperluas operasinya dan beralih ke fase berikutnya dalam perang melawan Hamas.
Sebanyak 2,3 juta penduduk Gaza juga bergulat dengan kekurangan makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan akibat blokade Israel terhadap wilayah tersebut. Hanya sedikit truk bantuan yang menyeberang ke Gaza sejak pembukaan titik penyeberangan Rafah akhir pekan lalu.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran