TAIZ – Ribuan warga Yaman berkumpul di provinsi selatan negara itu, Taiz, menyerukan pemerintah Yaman untuk membebaskan kota tersebut dari kelompok pemberontak Houthi, Anadolu Agency melaporkan kemarin.
Demonstrasi tersebut diorganisir oleh sebuah organisasi non-pemerintah, Keluarga para Syuhada.
Para pengunjuk rasa meminta pemerintah Yaman untuk menghadapi Houthi dan merebut kembali kota Taiz.
Dalam pernyataan resmi, asosiasi tersebut meminta pihak berwenang Yaman dan koalisi Arab yang dipimpin Saudi agar mendukung pembebasan Taiz dari pemberontak Houthi dan untuk menghadapi apa yang digambarkan kelompok itu sebagai “ambisi Persia di Yaman”.
Pernyataan juga mengutuk apa yang digambarkannya sebagai “tindakan kriminal yang dilakukan oleh personel keamanan yang dicari di Taiz,” menyerukan pihak berwenang Yaman untuk meminta pertanggungjawaban mereka.
Pada hari Minggu, empat warga sipil tewas dan enam lainnya cedera dalam bentrokan antara kelompok bersenjata di Taiz. Belakangan, 13 organisasi non-pemerintah meminta pasukan keamanan untuk melindungi warga sipil di bagian selatan Provinsi Taiz.
Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa. Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi. Uni Emirat Arab (UEA) juga mendanai pasukan separatis selatan yang disebut Dewan Transisi Selatan (STC).
Puluhan ribu orang Yaman, termasuk warga sipil, diyakini tewas dalam konflik tersebut. Perang saudara telah mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan dengan 80 persen penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan. PBB mengatakan Yaman sekarang adalah krisis kemanusiaan terburuk di dunia.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran