MANAMA – Bahrain kemungkinan akan mengikuti UEA dalam menandatangani perjanjian damai dengan Israel, kata seorang pejabat Israel kemarin. Saluran Hebrew Kan mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan “Bahrain diharapkan menjadi negara berikutnya yang akan menjalin hubungan resmi dengan Israel”.
Tidak ada kerangka waktu yang ditentukan, atau rincian lebih lanjut diberikan, meskipun laporan oleh penyiar juga menyebutkan bahwa seorang pejabat senior AS mengatakan kepada media Palestina bahwa Bahrain dan Oman diharapkan akan menormalisasi hubungan dengan Israel dalam waktu dekat.
Bahrain adalah negara Teluk pertama yang secara resmi mengomentari langkah diplomatik antara UEA dan Israel. Menurut Kantor Berita Bahrain, Manama menyambut baik perjanjian damai tersebut dan menyampaikan ucapan selamatnya kepada UEA karena mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan peluang perdamaian Timur Tengah.
Jared Kushner, penasihat senior dan menantu Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan bahwa negara Arab lain dapat membuat kesepakatan dengan Israel dalam beberapa hari mendatang.
Sebelumnya Trump membuat pengumuman bahwa UEA dan Israel telah secara resmi menormalisasi hubungan. Sebagai imbalan atas pengakuan, Israel diduga akan “menangguhkan” rencananya untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki. Perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai Abraham Accord dipuji oleh Badan Nasional UEA yang membingkai acara tersebut sebagai Israel yang membekukan rencana ekspansionisnya berkat diplomasi UEA.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran