Muslim di Ethiopia mengecam keras aksi pembakaran masjid dan bisnis milik Muslim yang ada di negara itu.
Demonstrasi pada hari Selasa lalu di Jijjiga, sebuah kota yang didominasi Muslim di timur, mendesak penyelidikan atas serangan pembakaran tersebut.
Selama akhir pekan, empat masjid dan sebuah gereja dibakar massa yang marah dan bentrokan antara komunitas Kristen dan Muslim meletus di kota Mota di negara bagian Amhara.
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan pembakaran tempat ibadat adalah pekerjaan “ekstrimis” dan menyebut tindakan itu “tidak dapat diterima”. Dalam sebuah tweet, ia menggambarkan serangan-serangan itu sebagai upaya para ekstremis untuk menghancurkan sejarah kaya Ethiopia tentang toleransi dan koeksistensi agama.
Ini diikuti oleh pernyataan dari Jaksa Agung Berhanu Tsegaye yang mengatakan tindakan keras akan diambil terhadap para pelaku.
Sejauh ini 15 tersangka telah ditangkap.
Dewan Tertinggi Urusan Islam Ethiopia juga menyesalkan pembakaran tempat-tempat ibadah dan menyerukan penyelidikan segera.
Ulama Muslim Kamil Shemsu pada hari Selasa mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ada aktor politik yang ingin mengadu domba satu kelompok agama dengan yang lain dan menyalahkan peran negatif para aktivis dan video yang beredar secara online.
Gereja Ortodoks Ethiopia juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembakaran pusat-pusat ibadah.
Pada bulan Februari, dua masjid telah dibakar di Ethiopia timur laut, dalam kampanye yang dicurigai untuk mendorong konflik antar agama.
Masjid-masjid dibakar di Este, Gondar Selatan, di negara bagian Amhara, wilayah terpadat kedua di negara itu.[fq/aa]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran