Organisasi sayap kiri Israel, Ir Amim, mengungkapkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan jumlah bangunan Palestina terbanyak sepanjang tahun 2025 dalam satu bulan terakhir di Yerusalem Timur.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (2/6), Ir Amim—yang fokus pada isu-isu Yerusalem—menyebutkan bahwa sepanjang bulan Mei, total 33 bangunan dihancurkan, terdiri atas 16 unit hunian dan 17 bangunan non-hunian. Angka ini menjadi yang tertinggi sejauh ini pada tahun 2025.
Dengan tambahan angka tersebut, total bangunan yang telah dihancurkan sejak awal tahun di Yerusalem Timur mencapai 93 unit, mencakup 53 unit hunian dan 40 bangunan non-hunian. Rinciannya: 23 bangunan dibongkar pada Januari, 15 pada Februari, 14 pada Maret, delapan pada April, dan 33 pada Mei.
Kebijakan yang Dikritik Luas
Organisasi hak asasi manusia—baik dari Palestina, Israel, maupun komunitas internasional—telah lama mengkritik kebijakan Israel yang membatasi pemberian izin mendirikan bangunan bagi warga Palestina di Yerusalem Timur, wilayah yang diduduki sejak 1967. Sebaliknya, Israel terus mengeluarkan izin untuk pembangunan dan perluasan permukiman ilegal bagi warga Yahudi di kawasan yang sama.
Melalui pembongkaran, pemindahan paksa, dan ekspansi permukiman, Israel dinilai terus memperkuat cengkeramannya atas Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur—sebuah strategi yang menurut hukum internasional dinyatakan ilegal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ekspansi Permukiman Terus Meluas
Menurut data dari kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now, saat ini terdapat 156 permukiman dan 224 pos permukiman ilegal yang tersebar di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Jumlah pemukim Israel di wilayah tersebut kini diperkirakan mencapai 736.000 orang.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran