Mesir kembali menegaskan penolakannya terhadap setiap upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (6/2), menyusul rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump yang ingin mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi penduduknya ke tempat lain, seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas internasional guna mendukung rekonstruksi Gaza setelah serangan mematikan Israel di wilayah tersebut.
Kementerian itu juga memperingatkan adanya rencana yang dilontarkan pejabat pemerintah Israel untuk “mengusir rakyat Palestina dari tanah air mereka.”
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis memerintahkan militer untuk menyusun rencana yang memungkinkan warga Palestina meninggalkan Gaza secara “sukarela.”
Selain itu, sejumlah menteri Israel menyatakan bahwa negara-negara seperti Spanyol, Irlandia, dan Norwegia “diwajibkan” untuk menerima warga Palestina.
Langkah ini dikaitkan dengan keputusan ketiga negara tersebut yang, pada Mei tahun lalu, secara resmi mengakui keberadaan Negara Palestina—sebuah langkah yang memicu kemarahan Tel Aviv.
Mantan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera melaksanakan rencana Trump dalam merelokasi warga Palestina dari Gaza.
Menanggapi pernyataan pejabat Israel, Mesir mengecam keras rencana tersebut, menyebutnya sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta pelanggaran hak dasar rakyat Palestina yang harus dipertanggungjawabkan.”
Kementerian Luar Negeri Mesir juga memperingatkan bahwa retorika semacam ini dapat mengancam gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang dicapai di Gaza pada 19 Januari. Kesepakatan tersebut sebelumnya menghentikan perang yang telah menewaskan lebih dari 47.500 orang dan menghancurkan wilayah Gaza.
“Langkah seperti ini hanya akan memicu kembalinya permusuhan dan membawa risiko besar bagi stabilitas kawasan serta fondasi perdamaian,” tegas kementerian itu, menolak keras pernyataan yang disebutnya “tidak bertanggung jawab.”
Menanggapi rencana Trump, Mesir menegaskan penolakannya terhadap segala usulan yang bertujuan “melikuidasi perjuangan Palestina dengan mencabut hak-hak mereka, mengusir mereka dari tanah bersejarah mereka, atau merampas hak tersebut—baik sementara maupun permanen.”
Mesir juga memperingatkan dampak buruk dari gagasan tersebut, yang dianggap sebagai “ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak sah rakyat Palestina.”
“Mesir tidak akan pernah menjadi bagian dari rencana semacam itu,” tegas pernyataan tersebut.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran