Home » Kondisi Umat » Dokter di Gaza Sebut Polio Bisa Memakan Lebih Banyak Korban Jiwa Dibandingkan Bom Israel
DEIR AL-BALAH, GAZA - MARCH 19: Palestinian children innocently play in contaminated water remain oblivious to the risks they face, unknowingly jeopardizing their well-being after raining as Palestinians grapple with heavy rain and floods amidst Israeli attacks in Deir Al-Balah, Gaza on March 19, 2024. The adverse weather conditions in the Gaza Strip, compounded by ongoing Israeli attacks have exacerbated the challenges of daily life. In Deir Balah city, Palestinians residing in makeshift tents are grappling with torrential rain and flooding. The accumulation of garbage and waste in puddles post-rainfall poses serious health hazards. ( Ashraf Amra - Anadolu Agency )

Dokter di Gaza Sebut Polio Bisa Memakan Lebih Banyak Korban Jiwa Dibandingkan Bom Israel

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Primer di Jalur Gaza, Dr. Mousa Abed, telah memperingatkan bahwa penyebaran polio dapat merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan jumlah korban jiwa akibat agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, Qatar News Agency ( QNA) mellaporkan.

Dalam sebuah wawancara dengan QNA, Dr. Abed mengungkapkan kekhawatirannya bahwa akan ada lebih banyak wabah penyakit dan epidemi karena Gaza adalah lingkungan yang subur di mana semua faktor risiko bertemu.

Pada pertengahan Juni, jelasnya, Kementerian Kesehatan menyatakan Jalur Gaza sebagai daerah epidemi setelah virus polio terdeteksi dalam air limbah di kota Deir Al-Balah dan Khan Yunis, yang menandakan bencana nyata yang dapat menimpa daerah tersebut.

Direktur Rumah Sakit Asosiasi Teman Pasien Dr. Said Salah memperingatkan bahaya penyebaran polio di Gaza setelah diberantas dari wilayah Palestina selama 25 tahun karena vaksinasi rutin.

Dr Salah mengatakan kepada QNA bahwa kembalinya virus mengancam kehidupan manusia. Dia menekankan bahwa kebangkitan virus ini sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian pasien.

Dia meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera mengambil tindakan untuk membendung virus ini dan memberikan vaksinasi yang diperlukan untuk mencegah penyebarannya, mengingat bahwa sebagian besar penduduk Gaza saat ini menderita melemahnya kekebalan tubuh karena kelaparan dan kurangnya makanan bergizi. [fq/qna]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: