Warga Palestina dilanda penyakit kulit menular di Gaza, terutama anak-anak, ungkap sumber kesehatan setempat.
“Infeksi kulit menyebar di kalangan pengungsi karena kurangnya kebersihan, ventilasi yang buruk, dan kurangnya perawatan yang tepat,” kata Dr Hussam Abu Safiya, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara.
Dia menjelaskan bahwa anak-anak yang terinfeksi menderita demam tinggi, menangis terus-menerus, dan menolak menyusui atau makan.
Dr Abu Safiya memperingatkan bahwa beberapa kasus telah berkembang menjadi kuman yang masuk ke dalam darah dan menyebabkan keracunan darah serta sepsis, yang menurutnya terkadang dapat menyebabkan kematian.
Banyak gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan anak-anak menderita ruam di seluruh tubuh, termasuk wajah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dokter sedang bergulat dengan lebih dari 103.000 kasus kutu dan kudis serta 65.000 kasus ruam kulit.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menegaskan bahwa keluarga-keluarga di Gaza hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi, dan mencatat bahwa akses terhadap air dan sanitasi sangat terbatas, yang menyebabkan peningkatan infeksi dan penyakit kulit.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa Gaza membutuhkan peningkatan akses kemanusiaan untuk menyediakan bahan bakar secara teratur guna memastikan penyediaan air bersih dan pasokan kebersihan, termasuk sabun.
Selain itu, Kementerian Kesehatan di Gaza telah memperingatkan risiko penyebaran polio di seluruh wilayah akibat memburuknya sistem pembuangan limbah. Dikatakan bahwa meningkatnya jumlah pengungsi dan kepadatan di tenda-tenda tanpa air bersih, tempat pembuangan limbah dan sampah menumpuk, serta tanpa perlengkapan kebersihan pribadi, menjadikan kondisi ini kondusif bagi penyebaran polio.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran