Home » Kondisi Umat » Jerman Laporkan Peningkatan yang Mengkhawatirkan dalam Kejahatan Kebencian Anti-Muslim
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 20: Stop the War Coalition placards that say "No to Islamophobia. No to war." Are leant against a fence outside the Embassy of the Republic of Poland during a Stand Up To Racism protest on November 20, 2021 in London, England. Human rights and other activists campaigned against walls and refugee pushbacks on the Polish-Belarus border as well across the English Channel in the ongoing migrant crisis along Europe and UK borders. (Photo by Hollie Adams/Getty Images)

Jerman Laporkan Peningkatan yang Mengkhawatirkan dalam Kejahatan Kebencian Anti-Muslim

Komunitas Muslim Jerman menghadapi meningkatnya rasisme dan diskriminasi, sebuah kelompok hak asasi manusia terkemuka memperingatkan pada hari Senin, Anadolu Agency melaporkan.

“Kami melihat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam serangan dan diskriminasi anti-Muslim,” kata Guzin Ceylan dari Aliansi Melawan Islamofobia dan Kebencian Anti-Muslim (CLAIM) pada konferensi pers di Berlin.

“Pada tahun 2023, kami telah mendokumentasikan setidaknya 1.926 insiden anti-Muslim, ini setara dengan lebih dari lima insiden setiap hari,” katanya, seraya menambahkan bahwa serangan rasis meningkat hampir 114 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Insiden yang dilaporkan termasuk ratusan penghinaan dan ancaman verbal yang menargetkan umat Islam, 178 serangan fisik, empat percobaan pembunuhan, lima serangan pembakaran dan 93 kasus vandalisme dan pengrusakan properti.

Ceylan mengatakan kejahatan rasial anti-Muslim di Jerman meningkat secara signifikan sejak eskalasi konflik Israel-Palestina pada Oktober 2023.

Dia mengatakan mereka mendokumentasikan setidaknya 679 insiden anti-Muslim antara bulan Oktober dan Desember, namun mencatat bahwa angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena banyak korban tidak mengajukan tuntutan pidana kepada pihak berwenang.

“Kami berasumsi bahwa banyak kasus yang belum dilaporkan, karena banyak dari korban kehilangan kepercayaan terhadap institusi akibat perdebatan politik dan wacana media yang sedang berlangsung,” katanya, merujuk pada pemberitaan media yang bias mengenai perkembangan terkini, dan generalisasi negatif terhadap umat Islam. 

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 84 juta jiwa, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat, setelah Prancis. Ini adalah rumah bagi hampir 5 juta Muslim, menurut angka resmi.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: