Komunitas Muslim Jerman menghadapi meningkatnya rasisme dan diskriminasi, sebuah kelompok hak asasi manusia terkemuka memperingatkan pada hari Senin, Anadolu Agency melaporkan.
“Kami melihat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam serangan dan diskriminasi anti-Muslim,” kata Guzin Ceylan dari Aliansi Melawan Islamofobia dan Kebencian Anti-Muslim (CLAIM) pada konferensi pers di Berlin.
“Pada tahun 2023, kami telah mendokumentasikan setidaknya 1.926 insiden anti-Muslim, ini setara dengan lebih dari lima insiden setiap hari,” katanya, seraya menambahkan bahwa serangan rasis meningkat hampir 114 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Insiden yang dilaporkan termasuk ratusan penghinaan dan ancaman verbal yang menargetkan umat Islam, 178 serangan fisik, empat percobaan pembunuhan, lima serangan pembakaran dan 93 kasus vandalisme dan pengrusakan properti.
Ceylan mengatakan kejahatan rasial anti-Muslim di Jerman meningkat secara signifikan sejak eskalasi konflik Israel-Palestina pada Oktober 2023.
Dia mengatakan mereka mendokumentasikan setidaknya 679 insiden anti-Muslim antara bulan Oktober dan Desember, namun mencatat bahwa angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena banyak korban tidak mengajukan tuntutan pidana kepada pihak berwenang.
“Kami berasumsi bahwa banyak kasus yang belum dilaporkan, karena banyak dari korban kehilangan kepercayaan terhadap institusi akibat perdebatan politik dan wacana media yang sedang berlangsung,” katanya, merujuk pada pemberitaan media yang bias mengenai perkembangan terkini, dan generalisasi negatif terhadap umat Islam.
Sebagai negara berpenduduk lebih dari 84 juta jiwa, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat, setelah Prancis. Ini adalah rumah bagi hampir 5 juta Muslim, menurut angka resmi.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran