Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Otoritas Palestina mengatakan bahwa lebih dari 15.000 anak telah menjadi martir sejak dimulainya serangan militer terbaru pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza pada Oktober lalu.
Dicatat bahwa mayoritas dari mereka yang dibunuh oleh Israel adalah siswa sekolah dan taman kanak-kanak. Selain itu, 64 siswa dari sekolah-sekolah di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, juga terbunuh dalam delapan bulan terakhir.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa yang memperingati Hari Internasional Anak-anak Tak Bersalah Korban Agresi, kementerian tersebut mengatakan bahwa anak-anak Gaza adalah fokus utama hari ini pada tahun 2024, karena mereka adalah korban utama dari serangan pendudukan yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina. Mereka, dikatakan telah membayar mahal atas agresi ini dan dampak buruknya terhadap mereka.
Selain itu, kementerian menjelaskan bahwa pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan sekolah dan taman kanak-kanak. Keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak menjadi sasaran khususnya karena pemindahan paksa, pembunuhan, penangkapan dan perampasan makanan dan layanan kesehatan, serta pelanggaran serius lainnya terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Diperkirakan 620.000 siswa sekolah telah kehilangan pendidikannya sejak bulan Oktober, dan 88.000 siswa tidak dapat melanjutkan ke universitas mereka, yang semuanya telah dihancurkan oleh Israel.
Banyak anak muda Palestina menderita trauma psikologis dan masalah kesehatan.
Kementerian tersebut meminta organisasi, badan, dan institusi internasional yang membela anak-anak dan hak atas pendidikan untuk mengakhiri meningkatnya pelanggaran dan menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap anak-anak serta staf pendidikan dan akademik di semua provinsi.
Mereka meminta dunia internasional untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan serangan gencar di Gaza, serta serangan oleh tentara pendudukan dan pemukim ilegal di Tepi Barat yang diduduki.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran