Tlaleng Mofokeng, pelapor khusus PBB untuk hak atas kesehatan, menuduh Israel secara sistematis berupaya membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan dan merampas hak-hak mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemarin, pejabat PBB tersebut menambahkan bahwa “Gaza benar-benar menyaksikan genosida.”
“Sistem kesehatan di Gaza telah sepenuhnya dilenyapkan dan hak atas kesehatan telah dihancurkan di setiap tingkatan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Israel memperlakukan hak asasi manusia sebagai ‘menu a la carte’.”
Sebelumnya kemarin, Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan kelaparan semakin parah di Jalur Gaza, dan bantuan dari udara tidak ada gunanya.
“Kelaparan semakin parah di Jalur Gaza, dan terlebih lagi di wilayah utara Gaza dan Kota Gaza, dan bencana ini merenggut nyawa anak-anak, karena sejauh ini puluhan anak telah meninggal akibat kelaparan. malnutrisi dan kekeringan, yang juga mengancam kehidupan lebih dari 700.000 warga Palestina yang menderita kelaparan ekstrem.”
Tentara pendudukan Israel terus melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, sejak 7 Oktober, membunuh dan melukai lebih dari 100.000 warga Palestina dan menyebabkan sekitar 85 persen penduduk Jalur Gaza mengungsi, menurut angka Palestina dan PBB.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, bulan lalu memperingatkan bahwa Gaza menderita kelaparan akibat ulah manusia.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran