Di tengah genosida dan pengungsian massal yang sedang berlangsung di Gaza, 800 siswa akan mengikuti ujian sekolah menengah atau “Tsanawiyah Amma” di Mesir.
Menurut Egypt Today , inisiatif ini muncul sebagai bagian dari kolaborasi pendidikan yang lebih luas mengingat gangguan di Gaza akibat serangan Israel, yang dimulai pada 7 Oktober. Perang telah menyebabkan penangguhan tahun ajaran bagi lebih dari 625.000 anak sekolah di Gaza.
Kementerian Pendidikan Palestina membenarkan bahwa proses pendaftaran pelajar Gaza di Mesir terus dilakukan melalui tim khusus dari kementerian dan Kedutaan Besar Palestina di Kairo.
Menteri Pendidikan Palestina, Amjad Barham, mengatakan bahwa kementeriannya memberikan perhatian besar untuk menyediakan segala sesuatu yang dapat membantu siswa di Jalur Gaza dan meringankan penderitaan mereka akibat tentara pendudukan Israel.
Kementerian juga mengatakan telah membuka 19 sekolah di Tepi Barat yang diduduki, di mana 11.000 siswa dari Gaza yang berada di luar negeri mendaftar dalam pendidikan jarak jauh, di mana para guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan menjadi sukarelawan.
Lebih dari 34.183 warga Palestina telah dibunuh oleh militer Israel yang didukung AS di Gaza, termasuk lebih dari 14.500 anak-anak. Perang juga telah menyebabkan pengungsian internal secara besar-besaran, dengan 85 persen dari 2,3 juta penduduk wilayah kantong tersebut, banyak dari mereka berusia sekolah, terpaksa pindah ke Jalur Gaza. Selain itu, ribuan lainnya hilang dan tidak termasuk dalam angka resmi korban jiwa.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran