Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kemarin bahwa lebih dari separuh rumah sakit di Jalur Gaza tidak dapat beroperasi karena kekurangan bahan bakar, serangan Israel, dan lingkungan yang tidak aman di wilayah kantong yang dikepung dan dibombardir.
Dalam siaran persnya, organisasi tersebut menambahkan bahwa 22 dari 36 rumah sakit di Gaza tidak lagi beroperasi, dan sisanya tidak memiliki persediaan medis yang diperlukan untuk melanjutkan operasi bedah penting dan memberikan perawatan intensif.
Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa lebih dari separuh rumah sakit di Gaza tidak dapat berfungsi karena kekurangan bahan bakar, serangan, dan kondisi yang tidak aman.
WHO mencatat sangat sulit untuk mengevakuasi Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, tempat 700 pasien dirawat.
Badan PBB tersebut menyerukan gencatan senjata segera, penyediaan layanan kesehatan dan perlindungan bagi warga sipil, dan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Pasukan pendudukan Israel menggerebek Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, menembakkan granat asap ke unit gawat darurat dan menyebabkan pasien mati lemas.
Dokter melaporkan bahwa tidak ada tembakan yang dilepaskan dari dalam rumah sakit tetapi pasukan Israel telah berulang kali menembak ke dalamnya.
Rincian lengkap tentang apa yang terjadi selama serangan itu masih belum diketahui dan saluran komunikasi diputus oleh pasukan pendudukan.[fq/meme]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran