Home » Kondisi Umat » Serikat Pekerja Inggris Dukung Boikot Terhadap Proyek Pemukiman Israel
WASHINGTON D.C., UNITED STATES - MARCH 12: People holding banners and Israeli flags gather to protest Israeli Finance Minister Bezalel Smotrich outside the Grand Hyatt Hotel where he attends a conference amid an official boycott following his comments on wiping out a Palestinian village of Huwara, on March 12, in Washington D.C., United States. Last week, Smotrich called for wiping out Huwara following the death of two settlers, drawing harsh criticism from US officials. ( Celal Güneş - Anadolu Agency )

Serikat Pekerja Inggris Dukung Boikot Terhadap Proyek Pemukiman Israel

Kongres Serikat Buruh (TUC) di Inggris dan Wales telah mengeluarkan mosi yang menegaskan kembali komitmennya untuk ‘memboikot barang-barang perusahaan yang mengambil keuntungan dari pemukiman ilegal, Pendudukan dan pembangunan Tembok pemisah.

Dalam sebuah mosi yang disahkan pada hari Rabu, TUC yang beranggotakan 5,5 juta orang mengatakan: “Setiap upaya mendelegitimasi seruan Palestina untuk Boikot, Divestasi dan Sanksi dan menyarankan agar orang-orang Palestina tidak diberi hak untuk meminta dukungan kepada orang-orang yang mempunyai hati nurani, harus ditolak,”

Menambahkan bahwa “Kongres memutuskan untuk: Menegaskan kembali dukungan terhadap hak-hak Palestina, termasuk komitmen kami untuk memboikot barang-barang perusahaan yang mengambil keuntungan dari pemukiman ilegal, Pendudukan dan pembangunan Tembok”.

Mengecam rencana larangan pemerintah Inggris terhadap badan-badan negara yang memboikot Israel, TUC mengatakan: “Kemampuan otoritas publik, termasuk dana pensiun sektor publik, untuk melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia harus dipertahankan.

 Perundang-undangan seperti itu bisa saja menghalangi boikot terhadap barang-barang dan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam Apartheid Afrika Selatan.”

Pada bulan Juni, Parlemen Inggris memutuskan untuk memajukan RUU Pengawasan Masalah yang melarang dewan lokal dan badan publik lainnya memboikot barang-barang Israel.

RUU anti-boikot menghadapi pembahasan ketiga di House of Commons dan pengawasan lebih lanjut di House of Lords, majelis tinggi parlemen Inggris, sebelum menjadi undang-undang.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: