Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyah, kemarin meminta parlemen Aljazair untuk mengadopsi isu tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Pernyataannya disampaikan dalam pertemuannya dengan Ketua Parlemen Aljazair, Ibrahim Boughali, di mana mereka membahas perkembangan terbaru dalam masalah Palestina.
Sumber Hamas mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Haniyeh telah memperingatkan tentang apa yang dia gambarkan sebagai “ledakan kondisi di dalam penjara Israel.” Dia juga menunjuk pada rencana Israel baru-baru ini untuk mengontrol Masjid Al-Aqsha, memperluas permukiman di Tepi Barat, dan pengepungan lanjutannya di Jalur Gaza yang diduduki.
Haniyah mengungkapkan rasa terima kasih Hamas atas sikap Aljazair dan upayanya dalam mendukung perjuangan Palestina. Dia juga menekankan perlunya mengimplementasikan “Perjanjian Aljazair.”
Pada 13 Oktober, faksi Palestina, Fatah dan Hamas, menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perpecahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara kedua pihak.
Boughali mengatakan bahwa perjuangan Palestina berada di “titik utama”, menambahkan bahwa “kebangkitan perlawanan di Tepi Barat adalah variabel positif.”
“Satu-satunya harapan kami adalah persatuan rakyat Palestina, dan kami memiliki kesempatan untuk mendapatkan semua hak mereka,” kata Boughali.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran