Kementerian Luar Negeri Qatar pada hari Jumat lalu mengutuk rencana pemerintah Israel yang berencana memperluas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki dan upayanya untuk Yahudi Yerusalem.
Dalam sebuah pernyataan, Qatar menyatakan: “Kami mengecam keras terhadap rencana pemerintah Israel untuk perluasan pemukiman dan upaya berkelanjutan Yahudisasi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.”
Qatar menyatakan bahwa rencana Israel adalah Pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, prinsip hukum internasional, resolusi PBB terkait dan serangan terang-terangan terhadap hak-hak persaudaraan rakyat Palestina.
Pernyataan itu mengatakan langkah seperti itu merusak upaya untuk mencapai solusi dua negara dan meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam memastikan Israel menghentikan kebijakan pemukimannya di Wilayah Pendudukan Palestina.
Pada saat yang sama, Negara Teluk memperbaharui dukungan yang teguh untuk tujuan Palestina yang adil dan hak-hak sah rakyat Palestina.
Negara Teluk juga menegaskan kembali dukungannya untuk pembentukan negara Palestina merdeka di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Pernyataan ini muncul hanya satu hari setelah pemerintah Israel yang paling ekstremis dan sayap kanan dilantik di tengah ketakutan regional dan global bahwa pemerintah ini akan meningkatkan perluasan permukiman dan Yudaisasi Yerusalem .
Menjelang pengambilan sumpah, Netanyahu mentwit bahwa pemerintah barunya akan memperkuat pemukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran