RIYADH – Arab Saudi akan melarang buah dan sayuran yang berasal dari Lebanon memasuki atau melewati kerajaan karena meningkatnya penyelundupan narkoba, lapor Reuters.
Tindakan tersebut dapat meningkatkan tekanan ekonomi di Lebanon, yang sudah di ambang kehancuran finansial karena kekurangan mata uang asing.
Kantor berita negara SPA mengutip otoritas Saudi yang mengatakan Lebanon telah gagal mengambil langkah-langkah praktis untuk menghentikan penyelundupan. Larangan itu akan berlaku mulai pukul 09.00 waktu setempat pada hari Ahad dan berlangsung hingga pihak berwenang Lebanon memberikan jaminan yang “cukup dan dapat diandalkan”, mereka akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan penyelundupan narkoba sistematis di Arab Saudi.
Belum ada komentar langsung dari pemerintah Lebanon atau menteri pertanian. Seorang pejabat Lebanon, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan larangan itu tampaknya politis.
“Ekspor sayur-mayur dan buah-buahan Lebanon ke negara-negara Teluk dan khususnya kerajaan adalah salah satu dari sedikit pintu yang masih terbuka untuk membawa dolar ke negara itu. Menutup jalur impor ini meningkatkan tekanan pada Lebanon,” katanya.
Total impor Lebanon ke Arab Saudi bernilai 273,1 juta riyal ($ 72,82 juta) pada kuartal keempat tahun 2020, data resmi Saudi menunjukkan.
Lebanon sedang dalam pergolakan krisis keuangan yang mendalam yang menjadi ancaman terbesar bagi stabilitasnya sejak perang saudara 1975-1990. Mata uang telah kehilangan sekitar 90 persen nilainya dan dolar menjadi langka.
Krisis ini diperparah oleh kebuntuan politik, dengan politisi tidak dapat membentuk pemerintahan untuk membuka bantuan luar negeri yang sangat dibutuhkan.[ah/spa]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran