KUALA LUMPUR – Gabungan ormas Islam Malaysia mendesak dunia untuk mendukung masyarakat Kashmir memperingati Hari Solidaritas Kashmir.
Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid menyampaikan sejak 1947, lebih dari 700.000 orang Kashmir, terutama warga sipil, telah terbunuh operasi genosida dan pelanggaran hak asasi manusia oleh militer India.
“Hari ini dunia harus berdiri dalam solidaritas dengan Kashmir. Hanya bersikap pasif dan tidak mempedulikan Nasib Kashmir adalah pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan,” Azmi dalam pernyataannya pada Jumat.
Azmi mengatakan pada saat Jammu dan Kashmir sudah menderita di bawah lockdown Covid-19 yang dimiliterisasi oleh India, dunia seharusnya tidak berpaling dari kesulitan rakyat Kashmir yang tertindas karena pendudukan.
“Ini adalah masalah multilateral pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional,” ujar Azmi dalam pernyataannya pada Jumat.
Azmi juga menyampaikan sejak Bharatiya Janata Party berkuasa di India, Kashmir mengalami nasib yang sangat menyedihkan.
Insiden serangan militer India terhadap orang-orang Kashmir hampir setiap hari.
“India dengan angkuh mengabaikan hukum internasional atau Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB,” kata Azmi.
Azmi menekankan bahwa Hari Kashmir harus diakui sebagai salah satu hari internasional keadilan dan hak-hak yang tertindas.
MAPIM pun mendukung penuh kami Pakistan menjadikan masalah Kashmir sebagai agenda internasional mereka.
“Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak dan tidak menunda lagi untuk memastikan bahwa pemungutan suara untuk hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Kashmir dilaksanakan,” terang Azmi.
Setiap tahun pada 5 Februari, Pakistan, diaspora Kashmir, dan simpatisan mereka mengadakan seminar, konferensi, dan aksi unjuk rasa untuk menopang dukungan bagi perjuangan tersebut, katanya.
Diprakarsai mantan ketua Jamaat-e-Islami Qazi Hussain Ahmad pada awal 1990-an, hari itu kemudian dinyatakan sebagai hari libur umum di Pakistan.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran