ALJIR – Partai Islam terbesar di Aljazair mengatakan bahwa mereka akan memberikan suara menentang dalam referendum tentang perubahan konstitusi yang akan diadakan pada bulan November mendatang.
Gerakan Masyarakat untuk Perdamaian mengumumkan posisinya pada konstitusi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan Dewan Syura, surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London melaporkan.
Menurut pernyataan tersebut, partai akan mengambil bagian dalam referendum dan akan memberikan suara menentang perubahan konstitusi.
Pernyataan itu tidak memberikan alasan di balik keputusan tersebut, tetapi para pemimpin senior partai Islamis sebelumnya mengkritik proses penyusunan amandemen dengan mengatakan bahwa penyusunan amandemen didominasi oleh pemerintah.
Tahun lalu, Aljazair menyaksikan protes massa yang kemudian dikenal sebagai gerakan Hirak dan yang menggulingkan Presiden Abdelaziz Bouteflika yang sudah lama menjabat, tetapi gagal mencapai perubahan yang lebih dalam.[fq/alqudalarabi]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran