ANKARA – Beberapa jam setelah keputusan pengadilan penting pada hari Jumat kemarin, pemerintah Turki mengkonfirmasi bahwa Hagia Sophia di Istanbul akan dibuka kembali untuk shalat jamaah setelah jeda 85 tahun.
Permata arsitektural yang berusia hampir 1.500 tahun itu akan ditransfer ke Direktorat Urusan Agama negara bagian di bawah dekrit presiden, menurut pengumuman Jumat di Lembaran Negara Resmi.
Sebelumnya Jumat, dengan putusan tentang sebuah petisi yang diajukan oleh sebuah LSM Istanbul, Dewan Negara Turki membatalkan sebuah keputusan Kabinet 1934 yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah museum.
Pengadilan memutuskan bahwa Hagia Sophia dimiliki oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh Sultan Mehmet II, juga dikenal sebagai Mehmet sang Penakluk, dan disajikan kepada masyarakat sebagai sebuah masjid. Menurut putusan itu, Hagia Sophia didefinisikan sebagai “masjid,” status yang tidak dapat diubah secara hukum.
Setelah berabad-abad digunakan sebagai gereja di bawah Kekaisaran Bizantium, pada tahun 1453 Hagia Sophia diubah menjadi masjid oleh Mehmet II setelah penaklukannya atas Istanbul.
Pada 1935, Hagia Sophia diubah menjadi museum.
Menempatkan dekritnya di media sosial hari ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan harapan terbaik untuk perubahan tersebut, yang telah lama ia dukung.
Sementara rincian perubahan belum diketahui, pejabat Turki telah menunjukkan bahwa banyak rumah ibadah terkenal, seperti Paris Notre Dame dan Masjid Biru Istanbul, juga terbuka untuk pengunjung.
“Membuka Hagia Sophia untuk beribadah tidak akan membuat wisatawan lokal atau asing tidak bisa mengunjungi situs ini,” ujar Ibrahim Kalin, juru bicara Erdogan, mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara minggu ini.
Turki adalah rumah bagi orang-orang dari banyak agama yang dapat dengan bebas menjalankan agama mereka, tambahnya.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran