Home » Kondisi Umat » UNRWA: Kelaparan di Gaza Meningkat, Warga Pingsan di Jalan karena Lapar

UNRWA: Kelaparan di Gaza Meningkat, Warga Pingsan di Jalan karena Lapar

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Jumat (4/7) memperingatkan bahwa tingkat kelaparan di Jalur Gaza terus meningkat secara mengkhawatirkan, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

“Di Gaza, kelaparan semakin parah. Orang-orang pingsan di jalan karena kelaparan,” tulis UNRWA dalam pernyataannya di platform X. “Sistem distribusi bantuan yang ada saat ini justru mempermalukan dan merendahkan martabat keluarga-keluarga yang kelaparan, ketakutan, terluka, dan kelelahan.”

UNRWA menegaskan bahwa “tidak seorang pun, di mana pun, boleh dipaksa memilih antara mempertaruhkan nyawa mereka dan memberi makan keluarga mereka.”

Badan tersebut juga menyoroti keberhasilannya dalam menyalurkan bantuan ketika akses kemanusiaan dibuka. “Selama masa gencatan senjata, PBB—termasuk UNRWA—telah membuktikan bahwa kami dapat mendistribusikan bantuan penyelamat nyawa secara aman dan dalam skala besar di seluruh Jalur Gaza,” lanjut pernyataan itu.

UNRWA menyerukan kepada semua pihak agar segera mengizinkan akses kemanusiaan tanpa hambatan. “Kami memiliki sistem, keahlian, dan komitmen. Yang kami butuhkan hanyalah akses. Hentikan pengepungan. Biarkan kami menjalankan tugas kami.”

Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang terhadap warga sipil di Gaza—sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk “melakukan genosida” terhadap rakyat Palestina.

Meski tekanan internasional terus meningkat agar dilakukan gencatan senjata, Israel masih melanjutkan operasi militernya di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 57.100 warga Palestina—mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—sejak Oktober 2023.

Pada November tahun lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel saat ini juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di wilayah Gaza.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: