Ribuan orang turun ke jalan di Stockholm, Paris, dan Berlin pada Sabtu (24/5), memprotes sikap diam pemerintah mereka terhadap pendudukan Israel dan serangan militer yang masih berlangsung di Jalur Gaza. Para demonstran mendesak intervensi internasional segera serta penerapan sanksi terhadap Tel Aviv, demikian dilaporkan Anadolu Agency.
Di Stockholm, ratusan warga berkumpul di Lapangan Odenplan menyusul seruan dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Mereka mendesak pemerintah Swedia untuk bersikap tegas terhadap kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza.
Para demonstran kemudian berbaris menuju Kementerian Luar Negeri Swedia sambil meneriakkan yel-yel seperti “Kebebasan untuk Palestina” dan “Tidak untuk Rencana Netanyahu.”
Lars Ohly, seorang aktivis Swedia yang turut serta dalam aksi tersebut, mengatakan kepada Anadolu bahwa sikap diam pemerintah Swedia terhadap genosida Israel terhadap warga Palestina tidak dapat diterima.
Ohly menekankan bahwa lebih dari 50.000 orang telah terbunuh, termasuk lebih dari 15.000 anak-anak. Ia mendesak pemerintah Swedia untuk mengambil tindakan tegas terhadap praktik pembersihan etnis dan pendudukan di Gaza.
Di Paris, para pendukung Palestina berkumpul di Lapangan Bourse. Mereka menuntut sanksi terhadap Israel dan akses tanpa hambatan bagi konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Dengan membawa panci dan wajan kosong, para demonstran menyoroti kelangkaan pangan yang parah di wilayah tersebut. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan seperti “Israel pembunuh, Macron kaki tangannya” dan “Ada genosida di Gaza, kami tidak akan tinggal diam.”
Myriem (44), salah satu peserta aksi, menyatakan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menentang sikap pemerintah Prancis atas serangan Israel dan menunjukkan solidaritas dengan rakyat Palestina. Ia menyebut pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai tindakan “tidak manusiawi” dan “memalukan,” serta menyerukan mobilisasi publik secara luas.
Sementara itu, sekitar 1.000 orang berkumpul di Oranienplatz, Berlin, dalam aksi serupa menentang serangan Israel di Gaza.
Mereka meneriakkan berbagai slogan, seperti “Kebebasan untuk Palestina,” “Jerman mendanai, Israel mengebom,” “Israel negara teroris,” dan “Hentikan genosida.”
Dalam orasi yang disampaikan, para pembicara menekankan bahwa tidak ada negara atau pihak mana pun yang berhak menolak, menggusur, atau menghilangkan hak-hak suatu bangsa. Sejumlah warga Jerman keturunan Yahudi juga turut hadir dan menyatakan dukungan terhadap aksi solidaritas tersebut.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran