Tentara Israel menangkap sedikitnya 10 warga Palestina lagi dalam serangan militer baru di Tepi Barat yang diduduki, menurut kelompok urusan tahanan pada hari Ahas , kantor berita Anadolu melaporkan.
Seorang mahasiswa termasuk di antara tahanan dalam penggerebekan yang menargetkan beberapa kota di Ramallah, Nablus, dan sebuah desa di utara Hebron, kata Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan bersama.
Serangan itu terjadi di tengah serangan mematikan militer Israel di Tepi Barat utara sejak 21 Januari, yang menewaskan lebih dari 60 warga Palestina dan membuat ribuan orang mengungsi.
Penangkapan baru tersebut menambah jumlah warga Palestina yang ditahan oleh tentara Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023 menjadi lebih dari 14.300, termasuk mereka yang dibebaskan setelah ditangkap, menurut data Palestina.
Angka tersebut tidak termasuk mereka yang ditangkap dari Jalur Gaza, yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan.
Kelompok hak asasi Palestina memperkirakan jumlah tahanan Palestina yang masih mendekam di penjara Israel mencapai lebih dari 10.000, termasuk 3.379 yang ditahan berdasarkan kebijakan penahanan administratif Israel tanpa dakwaan atau pengadilan.
Selama beberapa tahun terakhir, militer Israel telah melakukan serangan rutin di Tepi Barat, yang meningkat dengan dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Warga Palestina juga telah diserang dengan kekerasan oleh pemukim ilegal Israel.
Setidaknya 927 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel di wilayah yang diduduki, menurut Kementerian Kesehatan.
Pada bulan Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel selama puluhan tahun atas tanah Palestina adalah ilegal dan menuntut evakuasi semua pemukiman yang ada di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran