Home » Kondisi Umat » Palestina Serukan Masyarakat Internasional Jamin Perlindungan Terhadap Perempuan Palestina
GAZA STRIP - MARCH 07: Palestinian women living at makeshift tents struggle to survive under harsh conditions in Khan Yunis and Bureij Camp, in the Gaza Strip on March 07, 2025. For women in the Gaza Strip, which has become a "ghost zone" due to Israel's attacks over the past 16 months, March 8 International Women's Day is once again marked by hunger, thirst, and poverty. In Gaza, where relentless bombings since October 7, 2023, have reduced entire neighborhoods to rubble, women and children have paid the heaviest toll. According to the latest figures from Gaza’s Government Media Office, more than 12,000 women have lost their lives in the attacks. Instead of celebrating their economic, political, and social achievements, the women who have survived are struggling to meet their most basic needs. ( Doaa Albaz - Anadolu Agency )

Palestina Serukan Masyarakat Internasional Jamin Perlindungan Terhadap Perempuan Palestina

Palestina pada hari Sabtu menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bertanggung jawab dalam memastikan perlindungan bagi wanita Palestina dan menegaskan hak mereka untuk hidup aman dan damai, Anadolu Agency melaporkan.

“Perempuan Palestina berada di jantung perjuangan untuk bertahan hidup, menanggung beban terbesar genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan upaya pemindahan paksa serta pembersihan etnis,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada Hari Perempuan Internasional.

Kementerian tersebut menyoroti bahwa lebih dari 519 hari perang Israel di Gaza telah mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 12.298 wanita, dan ribuan lainnya menjadi korban pengungsian paksa.

Selain itu, 21 wanita Palestina saat ini ditahan dalam kondisi yang keras dan tidak manusiawi di penjara-penjara Israel, di mana mereka mengalami penyiksaan, kurungan isolasi, dan pengabaian medis, menurut kementerian tersebut.

Kementerian tersebut juga mengutuk penghalang-halangan Israel terhadap bantuan kemanusiaan yang mendesak, termasuk makanan, obat-obatan, dan perlengkapan penting bagi perempuan dan anak perempuan, yang semakin memperburuk penderitaan mereka di tengah genosida yang sedang berlangsung.

Kementerian itu menyerukan agar komite internasional melaksanakan investigasi menyeluruh terhadap kekerasan sistematis terhadap perempuan Palestina dan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan dan pelanggarannya, termasuk terorisme pemukim.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: