Israel menolak untuk membuka semua aula di Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki untuk shalat umat Islam pada Lailatul Qadar (Malam Takdir), kata Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina pada hari Rabu. Lailatul Qadar adalah malam paling suci dalam Islam. Pada malam inilah Al-Quran pertama kali diturunkan dan jatuh pada salah satu malam ganjil dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan, meskipun secara umum dianggap jatuh pada malam ke-27.
“Ini adalah preseden yang sewenang-wenang dan berbahaya di tempat suci ini, provokasi terang-terangan terhadap sentimen umat Islam, dan kurangnya rasa hormat terhadap kesucian bulan suci Ramadan dan kompleks Masjid Ibrahimi,” kata Menteri Wakaf Mohamed Najm.
Ia menyerukan warga Palestina untuk bergerak dan berkumpul di masjid “untuk menegaskan kehadiran Islam Palestina” di sana. “Ini adalah cara terbaik untuk melawan pendudukan invasif ini di masa-masa sulit bagi rakyat Palestina,” tegas menteri tersebut.
Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron, yang berada di bawah pendudukan Israel. Kota Tua tersebut merupakan rumah bagi sekitar 400 pemukim ilegal Yahudi yang dijaga oleh sekitar 1.500 tentara Israel.
Pada tahun 1994, setelah pembantaian oleh pemukim ilegal yang menewaskan 29 jamaah Palestina, Israel membagi masjid tersebut, mengalokasikan 63 persen areanya untuk orang Yahudi, termasuk ruang sholat, dan 37 persen untuk Muslim.
Sudah menjadi kebiasaan masjid dibuka sepenuhnya untuk umat Islam hanya 10 hari dalam setahun, termasuk hari Jumat selama Ramadhan dan Lailatul Qadar.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran