Home » Kondisi Umat » Krisis Kemanusiaan di Gaza: Ribuan Amputasi Akibat Serangan Berkelanjutan
KHAN YUNIS, GAZA - JANUARY 4: Jihad Mahmoud a 3 years-old Palestinian child who lost his legs and 3 fingers in the Israeli attacks, struggles to live in a tent under difficult conditions in the Al-Mawasi area of Khan Yunis, Gaza on January 4, 2025. ( Hani Alshaer - Anadolu Agency )

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Ribuan Amputasi Akibat Serangan Berkelanjutan

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan pada Jumat bahwa sebanyak 4.500 kasus amputasi anggota tubuh bagian atas dan bawah telah tercatat sejak dimulainya serangan yang dilakukan Israel selama 16 bulan berturut-turut.

Direktur Departemen Informasi Kesehatan, Zaher Al-Wahidi, menyatakan, “Hingga akhir 2024, kami telah mencatat 4.500 amputasi akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.”

Al-Wahidi menambahkan bahwa sekitar 800 dari kasus tersebut melibatkan anak-anak Palestina, yang mewakili 18 persen dari total jumlah amputasi. Selain itu, 540 wanita juga termasuk di antara korban, mewakili 12 persen dari total kasus.

“Angka-angka ini mencerminkan besarnya bencana kemanusiaan yang dialami warga sipil Palestina, terutama anak-anak dan perempuan yang paling rentan,” ujar Al-Wahidi.

Dokter dan pejabat pemerintah memperkirakan jumlah amputasi, terutama di kalangan anak-anak, akan meningkat secara signifikan. Kesulitan dalam menyajikan data akurat disebabkan oleh genosida yang sedang berlangsung dan penghancuran fasilitas sipil yang terus berlanjut.

Al-Wahidi juga menyatakan bahwa angka ini kemungkinan akan terus bertambah, menambah tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang sudah mengalami kekurangan pasokan medis akibat pengepungan selama lebih dari 18 tahun di Jalur Gaza.

Sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, tentara Israel telah menargetkan sektor kesehatan di Gaza, termasuk mengebom dan mengepung rumah sakit serta menghalangi masuknya pasokan medis, terutama di wilayah utara Jalur Gaza.

Al-Wahidi menekankan pentingnya dukungan medis dan kemanusiaan untuk menghadapi krisis yang semakin parah, serta menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera menghentikan pelanggaran Israel dan melindungi warga sipil.

Direktur Divisi Pembiayaan dan Kemitraan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Lisa Doughten, pada Oktober 2024 menyatakan bahwa Gaza kini menjadi rumah bagi kelompok anak-anak yang diamputasi terbesar dalam sejarah modern. Menurut laporan UNRWA, setiap hari, sepuluh anak di Gaza kehilangan satu atau kedua kakinya akibat serangan.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, menggambarkan situasi tragis ini sebagai “pandemi disabilitas” yang melanda Gaza, di tengah kekurangan anggota tubuh palsu dan pusat rehabilitasi yang dapat memberikan harapan bagi para korban amputasi.

Bantuan berupa anggota tubuh palsu disediakan oleh negara-negara dan delegasi medis yang berusaha meringankan penderitaan di Jalur Gaza.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: