Home » Kondisi Umat » Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahimi Sebanyak 48 Kali pada Bulan Desember
HEBRON, WEST BANK - OCTOBER 3: Israeli soldiers close the Ibrahimi Mosque in the city of Hebron, located in the West Bank, to Muslim worshippers under the pretext of the Jewish New Year "Rosh Hashanah" according to the Hebrew calendar, on October 3, 2024. ( Mamoun Wazwaz - Anadolu Agency )

Israel Larang Adzan di Masjid Ibrahimi Sebanyak 48 Kali pada Bulan Desember

Pasukan pendudukan Israel mencegah adzan dikumandangkan di Masjid Ibrahimi sebanyak 48 kali pada bulan Desember, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama mengungkapkan kemarin.

Pasukan pendudukan juga menyerbu Masjid Al-Aqsha sebanyak 22 kali dalam periode tersebut, tambahnya.

Dalam laporan bulanannya, kementerian tersebut mengatakan bahwa pasukan pendudukan dan pemukim meningkatkan serangan mereka terhadap Masjid Al-Aqsha, dengan mencatat bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstremis, Itamar Ben-Gvir, menyerbu masjid tersebut pada hari pertama perayaan Hanukkah bagi orang Yahudi dengan penjagaan ketat oleh pasukan pendudukan. Ini adalah ketujuh kalinya ia menyerbu tempat suci umat Islam tersebut sejak ia memangku jabatan pada Desember 2022.

Peringatan itu menyebutkan bahwa serangan ini bertujuan untuk “mensucikan keberadaan para pemukim dan memaksakan realitas baru, dengan melakukan ritual Talmud seperti sujud berjamaah, meniup terompet, dan membawa sesaji tanaman, pada waktu dan tempat tertentu.”

Terkait Masjid Ibrahimi di kota Hebron di wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki, kementerian tersebut mendokumentasikan bahwa “pasukan pendudukan telah menghalangi adzan sebanyak 48 kali, menyerbunya, memanjat atapnya, dan melakukan beberapa pengukuran, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat-tempat suci Islam dan perambahan terhadap harta benda Wakaf.”

Dokumen itu juga mendokumentasikan bahwa otoritas pendudukan melakukan penggalian dan memperluas saluran pembuangan limbah di halaman masjid, serta menyerang direktur masjid, Sheikh Moataz Abu Sneineh, di gerbang militer dan mencegahnya menerima perawatan medis. Pasukan pendudukan juga berupaya mengganggu acara pembacaan Al-Quran.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: