Doctors Against Genocide (DAG) berkumpul, Rabu, di Washington DC untuk menuntut pembebasan Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza, Anadolu Agency melaporkan.
DAG, koalisi global pekerja perawatan kesehatan, memobilisasi lebih dari 50 profesional medis di Capitol Hill untuk mengadvokasi pembebasan Dr. Hussam Abu Safiya, yang ditahan oleh pasukan Israel bersama dengan orang lain selama penggerebekan tanggal 27 Desember di rumah sakit tersebut.
Delegasi tersebut mengunjungi anggota DPR dan Senat untuk mengadvokasi tindakan kongres yang mendesak terkait krisis kemanusiaan di Gaza.
“Kami di sini untuk menuntut tindakan segera untuk menghentikan genosida di Gaza dan melindungi tempat-tempat paling suci, rumah sakit, dan orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain,” kata Dr. Nidal Jboor, salah satu pendiri Doctors Against Genocide, kepada wartawan di Gedung Hart.
Jboor mengatakan rumah sakit telah menjadi sasaran penghancuran.
“Setiap rumah sakit di Gaza telah dibom atau tidak dapat dioperasikan lagi. Ini bukan kerusakan tambahan. Ini adalah serangan yang disengaja dan sistematis terhadap kemanusiaan itu sendiri,” tambahnya.
Mengenai penahanan Abu Safiya, Jboor mengatakan Direktur tersebut bekerja di bawah pengepungan, merawat luka-luka yang “tidak terbayangkan” tanpa sumber daya apa pun.
Ketika Rumah Sakit Kamal Adwan diserang bulan lalu, Jboor mengatakan Abu Safiya, meskipun mengalami luka-luka dan baru saja kehilangan putranya, menolak meninggalkan pasien.
“Atas keberaniannya, dia diculik secara paksa, disiksa, dan dibawa ke fasilitas penahanan yang terkenal kejam,” katanya.
Para dokter menuntut embargo senjata penuh terhadap Israel dan diakhirinya miliaran dolar yang disalurkan untuk penghancuran Gaza, katanya.
“Kami menyerukan kepada rakyat Amerika untuk bergabung dengan kami. Ini bukan hanya tentang Gaza. Ini tentang siapa kita sebagai sebuah bangsa dan sebagai sebuah masyarakat. Bersama-sama, kita dapat meminta pertanggungjawaban para pemimpin kita. Bersama-sama, kita dapat menuntut dunia yang lebih baik dan lebih adil,” tambahnya.[fq/andolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran