Tentara Israel melakukan 10 pelanggaran tambahan terhadap gencatan senjata dengan Hizbullah pada hari Sabtu, sehingga total pelanggaran sejak perjanjian tersebut berlaku 25 hari lalu menjadi 285, Anadolu Agency melaporkan.
Hitungan Anadolu disusun berdasarkan pengumuman Kantor Berita Nasional Lebanon.
Menurut berbagai laporan yang diterbitkan oleh badan tersebut, pelanggaran pada hari Sabtu terkonsentrasi di distrik Tyre di provinsi Selatan dan distrik Marjayoun dan Bint Jbeil di provinsi Nabatieh.
Pelanggaran tersebut meliputi penembakan artileri, penyerbuan oleh tentara dan kendaraan militer, penghancuran kebun lemon, pembongkaran rumah dan bangunan, penerbangan pesawat tempur dan pesawat tak berawak, serta pendirian pos pemeriksaan militer.
Di distrik Tyre, pasukan Israel melakukan operasi penghancuran baru yang menargetkan kebun lemon di dekat markas besar Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura.
Juga di Naqoura, tentara melakukan pembongkaran baru terhadap bangunan dan rumah serta mendirikan pos pemeriksaan militer permanen di lokasi yang sebelumnya dikuasai oleh tentara Lebanon di dekat pelabuhan nelayan.
Di distrik Bint Jbeil, pesawat tempur dilaporkan terbang di ketinggian rendah.
Tentara Israel juga menargetkan pinggiran Hanin dengan lima peluru artileri sambil secara bersamaan meledakkan beberapa rumah di daerah tersebut.
Di distrik Marjayoun, pesawat tak berawak Israel yang bermusuhan dilaporkan terbang di ketinggian rendah di atas Khiam, Burj Al-Muluk, Qlayaa, Jdeidet Marjayoun, Dibbine dan Blat, serta dataran Marjayoun.
Sementara itu, sekitar 20 personel tentara Israel menempatkan diri di pintu masuk Deir Mimas dengan kendaraan militer dan buldoser.
Setidaknya 30 orang tewas dan 37 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlaku pada 27 November, menurut penghitungan Anadolu berdasarkan angka Kementerian Kesehatan Lebanon.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel diharuskan menarik pasukannya di selatan Garis Biru — perbatasan de facto — secara bertahap, sementara tentara Lebanon akan dikerahkan di Lebanon selatan dalam waktu 60 hari.
Lebih dari 4.000 korban tewas dan lebih dari 16.500 lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Lebanon. Lebih dari 1 juta orang telah mengungsi.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran