Amsterdam melarang demonstrasi selama tiga hari sejak Jumat setelah serangan terhadap pendukung sepak bola Israel oleh apa yang disebut wali kota sebagai “pasukan tabrak lari anti-Semit”, dan Israel mengirim pesawat ke Belanda untuk menerbangkan para pendukung tim Israel pulang, Reuters melaporkan.
Wali Kota Femke Halsema mengatakan para pendukung tim Maccabi Tel Aviv telah diserang, dilecehkan, dan dilempari kembang api di seluruh kota, dan polisi antihuru-hara turun tangan untuk melindungi mereka dan mengawal mereka ke hotel. Setidaknya lima orang dirawat di rumah sakit.
Video di media sosial menunjukkan polisi antihuru-hara beraksi, dengan beberapa penyerang meneriakkan hinaan anti-Israel. Rekaman juga menunjukkan pendukung Maccabi Tel Aviv meneriakkan slogan-slogan anti-Arab sebelum pertandingan Kamis malam.
“Kami melihat banyak demonstrasi, banyak orang berlarian. Itu benar-benar sangat menakutkan,” kata Joni Pogrebetsy, seorang penggemar sepak bola Israel di Amsterdam saat menyaksikan pertandingan tersebut.
Insiden anti-Semit telah meningkat di Belanda sejak Israel melancarkan serangannya ke daerah kantong Palestina di Gaza setelah serangan terhadap Israel oleh pejuang Hamas pada bulan Oktober tahun lalu, dengan banyak organisasi dan sekolah Yahudi melaporkan ancaman dan surat kebencian.
Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirim pesawat ke Belanda untuk membawa pulang para penggemar, sementara Menteri Luar Negeri, Gideon Saar, terbang ke Amsterdam untuk pertemuan dadakan dengan pemerintah Belanda dan pemimpin sayap kanan, Geert Wilders.
Amsterdam melarang demonstrasi sepanjang akhir pekan dan memberi polisi wewenang untuk menghentikan dan menggeledah dalam keadaan darurat sebagai respons atas kerusuhan tersebut, yang menyingkapkan kemarahan mendalam atas konflik Gaza-Israel.[fq/reu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran