Home » Kondisi Umat » Aksi Protes Meletus di Israel Tuntut Diakhirinya Genosida di Gaza
JERUSALEM - NOVEMBER 29: Israeli police intervene the demonstrators from marching as a group of Israeli demonstrators gather to protest Israel's ongoing attacks on the Gaza, demanding a ceasefire and a prisoner swap agreement in West Jerusalem on November 29, 2024. Demonstrators carried banners and placards against Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and the Israeli government. ( Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency )

Aksi Protes Meletus di Israel Tuntut Diakhirinya Genosida di Gaza

Aktivis Israel berkumpul di Yerusalem Barat pada hari Jumat ini untuk menuntut diakhirinya kampanye militer Israel dan genosida di Jalur Gaza, Anadolu Agency melaporkan.

Rekaman video yang dibagikan secara daring menunjukkan para demonstran memegang spanduk bertuliskan pesan-pesan seperti “Hentikan Perang”, “Hentikan Genosida” dan “Hentikan Pembantaian”.

Para pengunjuk rasa, yang dikenal karena sikap kiri mereka terhadap Pendudukan Israel atas Wilayah Palestina, meneriakkan slogan-slogan, mendesak gencatan senjata segera.

Polisi Israel yang hadir pada unjuk rasa tersebut dilaporkan menyita spanduk tersebut dengan paksa.

Para pengunjuk rasa mengatakan: “Seperti halnya pemerintah Israel menghentikan tembakannya di Lebanon, mereka juga dapat menghentikan tembakan di Gaza.”

Dalam demonstrasi terpisah, ratusan wanita Israel, termasuk kerabat para sandera yang disandera di Gaza, menggelar protes diam-diam di luar markas besar Partai Likud di Tel Aviv.

Menurut Channel 12 , para wanita itu, berpakaian putih, menyerukan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas.

“Ibu-ibu dan kerabat para sandera yang memimpin protes mendesak anggota Likud untuk mendukung kesepakatan pembebasan semua tawanan,” demikian laporan Channel 12.

Salah satu peserta menyatakan tekad kelompok tersebut, dengan mengatakan: “Hari ini, kami berdiri sebagai saudara perempuan, ibu, dan pemimpin dengan pesan yang jelas: Israel harus melakukan segala yang mungkin untuk membawa pulang orang-orang yang kami cintai dengan cara apa pun. Harga yang harus dibayar untuk membiarkan mereka ditawan akan jauh lebih besar bagi kami sebagai sebuah bangsa.”

Menurut keluarga-keluarga ini, 101 warga Israel saat ini ditahan di Gaza, dan separuhnya diyakini telah meninggal.

Mereka berpendapat bahwa pertukaran tahanan dengan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel merupakan satu-satunya kesempatan untuk membawa pulang orang yang mereka cintai.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: