Hamas hari ini mengonfirmasi bahwa pemimpinnya, Yahya Sinwar, syahid dalam pertempuran di Gaza, menurut pernyataan yang dikeluarkan di saluran media sosial kelompok tersebut.
“Pemimpin Hamas Khalil Al-Hayya mengumumkan kesyahidan pemimpin besar, Presiden Biro Politik Hamas, pahlawan Banjir Al-Aqsa, Yahya Sinwar, yang berusaha mati syahid dan berhasil mendapatkannya setelah bertempur dengan pasukan Zionis bersama para pejuang lainnya di #JalurGaza,” kata gerakan itu.
“Hamas akan tetap ada hingga negara Palestina didirikan di seluruh wilayah Palestina yang bersejarah dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya,” lanjut Al-Hayya, seraya menambahkan bahwa kematian Sinwar, seperti halnya para pendahulunya termasuk pendiri Hamas Ahmed Yassin dan Abdel Aziz Al-Rantisi , hanya akan memberdayakan perlawanan dan akan menjadi kutukan bagi penjajah.
Tahanan Israel, lanjutnya, “tidak akan dikembalikan tanpa gencatan senjata penuh, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan pembebasan tahanan Palestina dari penjara pendudukan.”
Israel mengumumkan kemarin bahwa Sinwar tewas setelah baku tembak dengan pasukan pendudukan di wilayah selatan Rafah pada hari Rabu. Israel kemudian merilis rekaman video saat-saat terakhirnya yang diambil menggunakan pesawat nirawak, yang memperlihatkan dia berjuang melawan pendudukan hingga akhir. Dia mengenakan keffiyeh untuk menutupi wajahnya dan seragam militer.
Sinwar diangkat menjadi pemimpin biro politik Hamas pada bulan Agustus, seminggu setelah pembunuhan pendahulunya Ismail Haniyeh dalam serangan Zionis saat ia sedang dalam kunjungan resmi ke Iran.
Israel memandang Sinwar sebagai dalang di balik ‘Operasi Banjir Al-Aqsa’ yang dilakukan oleh faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam, terhadap pemukiman dan pangkalan militer Israel di dekat Gaza pada 7 Oktober 2023.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran