Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kesepakatan senjata senilai $165 juta dengan Israel, meskipun ada kekhawatiran bahwa pasukan Israel secara rutin melanggar hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Menurut Associated Press, kesepakatan senjata, yang meliputi trailer tank tugas berat, suku cadang, perlengkapan dan dukungan logistik, diharapkan akan terlaksana pada tahun 2027.
Hal ini terjadi setelah AS mengumumkan paket persenjataan terpisah senilai $20 miliar untuk Israel awal tahun ini, termasuk jet tempur F-15. Seperti halnya trailer tank, sistem ini diperkirakan tidak akan dikirimkan hingga beberapa tahun mendatang.
Jet tempur Boeing F-15 diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk diproduksi, dengan pengiriman dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2029. Peralatan lainnya akan mulai dikirim pada tahun 2026 atau sedikit lebih awal.
Pemerintahan Biden menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari anggota parlemen dan masyarakat untuk mengurangi dukungan militer bagi Israel, karena tingginya angka korban sipil di Gaza. Meskipun demikian, pemerintah tetap mempertahankan dukungannya terhadap Israel.
AS, sekutu utama dan pemasok senjata Israel, telah mengirim lebih dari 10.000 bom seberat 2.000 pon dan ribuan rudal Hellfire kepada negara pendudukan itu sejak dimulainya perang Gaza pada bulan Oktober, kata pejabat Amerika kepada Reuters pada bulan Juni.
Perang tersebut telah menghancurkan Gaza dan mengakibatkan banyaknya korban sipil, dengan sekitar 41.100 warga Palestina tewas dan 95.000 lainnya terluka.
Serangan militer Israel terhadap warga Palestina di Gaza telah menggusur hampir seluruh populasi yang berjumlah 2,3 juta orang, menyebabkan kelaparan buatan manusia dan memicu tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, yang dibantah Israel.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran