Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina kemarin melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel mencegah tim medis memasuki kamp pengungsi Nour Shams dekat Tulkarm di Tepi Barat yang diduduki utara.
Insiden ini terjadi ketika pasukan pendudukan menyerbu kamp dan menewaskan sepuluh warga Palestina serta melukai banyak lainnya.
Ahmad Zahran, wakil direktur Bulan Sabit Merah di Tulkarm, mengatakan: “Sejak Selasa malam, tentara Israel telah menutup semua pintu masuk ke kamp Nur Shams, mencegah tim medis masuk.”
“Kami telah menerima laporan mengenai keadaan darurat medis, termasuk kasus yang memerlukan dialisis dan persalinan di kamp, tetapi hingga pukul 14:31 GMT, tim kami belum dapat menjangkau satu pun pasien tersebu,” ujar Zahran.
Zahran mengatakan timnya telah menghubungi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk memfasilitasi kerja tim medis, tetapi situasi tetap tidak berubah. Ia menunjukkan bahwa tentara mengepung rumah sakit di Tulkarem, menggeledah ambulans, dan memeriksa kartu identitas pasien dan yang terluka, yang menyebabkan keterlambatan dan hambatan dalam kerja tim medis.
Pada dini hari kemarin, pasukan pendudukan Israel melancarkan operasi militer berskala besar di Tepi Barat utara, yang terbesar sejak 2002, menewaskan sepuluh warga Palestina dan melukai 22 lainnya.
Serangan itu merupakan bagian dari peningkatan serangan militer Israel di Tepi Barat sejak meluncurkan kampanye pengeboman brutal di Gaza pada Oktober tahun lalu.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran