Home » Kondisi Umat » Demonstran Pro-Palestina Duduki Konsulat Israel di San Francisco
SAN FRANCISCO, CALIFORNIA - MAY 18: Hundreds of Pro-Palestinian protesters take streets and gather outside of Israeli consulate to protest Israeli attacks on Gaza and Rafah, in San Francisco, California, United States on May 18, 2024. ( Tayfun Coşkun - Anadolu Agency )

Demonstran Pro-Palestina Duduki Konsulat Israel di San Francisco

Polisi San Francisco menangkap 70 demonstran pro-Palestina atas tuduhan masuk tanpa izin setelah mereka memasuki lobi gedung konsulat Israel dan menolak untuk pergi.

Menurut Associated Press, para jurnalis menyaksikan polisi mengikat tangan sekitar 50 orang sebelum memasukkan mereka ke dalam mobil polisi dan mengusir mereka.

 Polisi San Francisco kemudian mengkonfirmasi bahwa 70 pengunjuk rasa ditangkap dan dilaporkan karena masuk tanpa izin setelah menolak untuk mengosongkan gedung tersebut.

Mereka telah dibebaskan dari Penjara San Francisco County. Para demonstran menduduki gedung tersebut selama beberapa jam, memasang tanda di pintu depan yang menyerukan diakhirinya perang Israel di Gaza.

Para pengunjuk rasa memposting foto di media sosial tak lama setelah jam 9 pagi dari dalam Konsulat Jenderal Israel di Pacific Northwest.

Foto-foto tersebut menunjukkan para demonstran dengan spanduk bertuliskan “Zionisme Membunuh” dan “Melakukan genosida membuat orang Yahudi menjadi kurang aman; Bukan atas namaku!”

Sebuah video yang diposting di X menunjukkan pengunjuk rasa di dalam gedung meneriakkan “Hidup intifada!”

Para pengunjuk rasa yang menyuarakan penolakan terhadap serangan Israel di Gaza, mengatakan dari tempat kejadian bahwa mereka berencana untuk tetap tinggal sampai mereka disingkirkan secara paksa, lapor San Francisco Chronicle.

Selain itu, kelompok bernama Jaringan Anti-Zionis Yahudi Internasional menyatakan di Instagram bahwa 100 orang telah berpartisipasi dalam protes tersebut.

 Jaringan tersebut memasang gambar spanduk yang mereka gantung seperti, “Melakukan genosida membuat orang Yahudi menjadi kurang aman; Bukan atas namaku!” dan “Anti-Zionisme bukanlah anti-Semitisme.”

Konsulat Israel menyatakan bahwa mereka “terkejut, tapi tidak terkejut” dengan para pengunjuk rasa yang memasuki lobi gedung. Dalam sebuah pernyataan, konsulat menyebut para pengunjuk rasa sebagai “perusuh pro-Hamas” dan mencatat bahwa polisi merespons dengan cepat.

Israel menghadapi kritik internasional yang semakin besar atas perang di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 36.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Hampir delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: