Sekitar 450.000 warga sipil Palestina terpaksa mengungsi dari kota Rafah sejak 6 Mei, akibat operasi militer Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, UNRWA memperingatkan kemarin.
“Jalanan kosong di #Rafah karena keluarga terus mengungsi untuk mencari keselamatan,” kata badan tersebut dalam sebuah postingan di X.
“UNRWA memperkirakan hampir 450.000 orang telah terpaksa mengungsi dari Rafah sejak 6 Mei,” tambahnya. “Orang-orang terus-menerus menghadapi kelelahan, kelaparan, dan ketakutan. Tidak ada tempat yang aman. Gencatan senjata segera adalah satu-satunya harapan.”
Banyak dari mereka telah mengungsi beberapa kali sejak Israel melancarkan kampanye pengeboman di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Israel kini telah membunuh hampir 36.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 78.200 orang. Kebanyakan korban adalah anak-anak dan perempuan. Jutaan lainnya menjadi pengungsi di Gaza, dan menghadapi kelaparan serta kekurangan bantuan medis dan kebutuhan pokok lainnya.
Israel menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), dan juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong yang terkepung, menghancurkan segalanya mulai dari perumahan hingga fasilitas medis, lembaga pendidikan, dan infrastruktur sipil.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran