Polisi di AS Tenggara secara paksa melepaskan jilbab dari seorang wanita yang ikut serta dalam protes pro-Palestina di sebuah universitas, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman kejadian tersebut, Anadolu Agency melaporkan.
Rekaman dari Arizona State University yang diposting Senin malam, dan dengan cepat menjadi viral, menunjukkan polisi secara paksa melepas jilbab seorang wanita ketika dia mencoba menutupi rambutnya dengan bahan dari gaunnya. Wajah wanita itu diblur dan tidak terlihat.
Azza Abuseif, Direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) Arizona, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: “Amandemen Pertama menjamin kebebasan beragama.
“Polisi tidak bisa menangguhkan hak ini. Kami mengutuk tindakan polisi yang dilaporkan dan menyerukan penyelidikan penuh atas insiden ini.”
Menyatakan bahwa ada laporan bahwa jilbab dari setidaknya empat wanita yang ditahan dalam demonstrasi telah dilepas, Abuseif mengatakan CAIR Arizona sedang menyelidiki insiden tersebut.
Beberapa orang dilaporkan ditahan dalam demonstrasi di Arizona State University pada hari Sabtu.
Protes melanda kampus-kampus di seluruh negeri, menyusul upaya polisi untuk membersihkan kamp pro-Palestina di Universitas Columbia, New York, yang mengakibatkan penangkapan lebih dari 100 mahasiswa.
Mahasiswa di beberapa negara lain termasuk Kanada, Australia, Perancis dan Mesir, telah mengadakan demonstrasi di universitas mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran