Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Sabtu memperingatkan mengenai dampak psikologis yang dihadapi anak-anak di Jalur Gaza sebagai akibat dari serangan Israel yang sedang berlangsung di wilayah kantong yang terkepung, Anadolu Agency melaporkan.
“Anak-anak di Gaza menderita tingkat stres yang sangat parah,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan di X.
“Tim UNRWA bekerja dengan anak-anak dan remaja untuk mengurangi dampak kengerian perang,” tambahnya.
“Konselor kami memberi mereka harapan dan kenyamanan,” kata badan tersebut, sambil menyatakan: “Kita harus melindungi masa kini dan masa depan mereka.”
“Gencatan Senjata Sekarang,” tegas UNRWA.
Israel sendiri telah melancarkan serangan militer mematikan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
Tel Aviv, sebagai perbandingan, telah membunuh lebih dari 34.600 warga Palestina dan melukai hampir 78.000 orang di tengah kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan di wilayah Palestina.
Hampir tujuh bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur, mendorong 85% penduduk daerah kantong tersebut mengungsi di samping blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan, menurut PBB.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang pada bulan Januari mengeluarkan keputusan sementara yang memerintahkan Tel Aviv untuk mencegah tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran