Setidaknya 485 warga Palestina telah tewas dan 4.900 lainnya terluka dalam serangan pasukan tentara Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat yang diduduki sejak Oktober lalu, kata Kementerian Kesehatan pada hari Minggu , kantor berita Anadolu melaporkan.
Pernyataan kementerian mengatakan lebih dari 340 orang dilaporkan berada di fasilitas kesehatan dan pekerja di wilayah pendudukan pada periode yang sama.
Kementerian tersebut menuduh Israel dengan sengaja menghalangi layanan kesehatan bagi warga Palestina di Tepi Barat.
“Kebijakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum kemanusiaan internasional dan memperburuk penderitaan warga sipil,” tambahnya.
Kementerian tersebut mengatakan pembatasan Israel terhadap pergerakan di Tepi Barat telah memperburuk krisis kemanusiaan dan membatasi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
Sejalan dengan serangan brutalnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 setelah serangan Hamas, tentara Israel telah meningkatkan penggerebekan dan penangkapan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki.
Serangan destruktif di Gaza telah mengakibatkan hampir 34.100 kematian, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, serta kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang telah menewaskan anak-anak dan orang lanjut usia, menurut data Palestina dan internasional.
Israel terus melanjutkan perangnya meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera. Tel Aviv juga menghadapi tuduhan “genosida” di hadapan Mahkamah Internasional.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran