Anak-anak di wilayah Palestina yang terkepung di Gaza mungkin tidak akan mampu bertahan dari bencana kelaparan di sana, kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu, Anadolu Agency melaporkan.
“Anak-anak yang selamat dari pemboman tetapi mungkin tidak selamat dari kelaparan,” tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus di X.
Dia menyerukan agar lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza serta gencatan senjata di sana.
Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023, yang menurut Tel Aviv menewaskan hampir 1.200 orang.
Namun, sejak saat itu, Haaretz mengungkap bahwa helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil yang diklaim oleh Israel telah dibunuh oleh Perlawanan Palestina.
Lebih dari 30.700 warga Palestina telah terbunuh dan 72.156 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.
Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan.
Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran