Arab Saudi menuduh Israel menerapkan kebijakan sistematis yang membuat penduduk Jalur Gaza kelaparan, lapor kantor berita Anadolu.
“Israel menerapkan kebijakan kelaparan yang sistematis di Jalur Gaza,” Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal Bin Farhan mengatakan pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Mesir Sameh Shoukry di Kairo.
Dia menyerukan untuk memaksa Israel “melakukan apa yang menjadi komitmen kita semua, yaitu kepatuhan terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan.”
“Kita membutuhkan resolusi internasional yang berharga dan mengikat untuk menghentikan agresi pendudukan Israel terhadap Gaza,” lanjut Bin Farhan, seraya menambahkan bahwa pelanggaran yang dilakukan Israel telah memakan korban jiwa hampir 30.000 orang.
“Prioritasnya adalah menghentikan agresi terhadap Gaza dan mendatangkan bantuan kemanusiaan.”
Shoukry menyerukan penerapan keputusan sementara oleh Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai perang Israel di Gaza dan untuk menghormati aturan legitimasi internasional.
ICJ pada hari Jumat menganggap klaim Afrika Selatan bahwa Israel melakukan genosida masuk akal . Pengadilan mengeluarkan perintah sementara yang mendesak Israel untuk berhenti menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza dan memperbaiki situasi kemanusiaan.
Shoukry juga mengecam negara-negara Barat karena menangguhkan dukungan untuk UNRWA, dan mengatakan bahwa sebuah organisasi yang memberikan bantuan tidak boleh dihukum karena “tindakan individu yang masih dalam penyelidikan.”
Sejak Jumat, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Italia, Inggris, Finlandia , Jerman, Belanda, Perancis, dan Swiss telah “sementara” menangguhkan pendanaan untuk badan PBB tersebut, menyusul tuduhan Israel bahwa 12 karyawannya ikut serta dalam serangan Hamas. pada tanggal 7 Oktober.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran