Lebih dari 100 hari setelah Israel melancarkan perang kejam terhadap Jalur Gaza yang terkepung, Israel mengalami kenaikan harga dan mengurangi pengeluaran mereka, demikian yang dilaporkan surat kabar Israel Hayom.
Menurut surat kabar tersebut, beberapa perusahaan baru-baru ini menaikkan harga mereka karena kenaikan nilai tukar dan harga bahan mentah serta produk pertanian di tengah perang.
Sebuah survei yang dilakukan oleh pasar online Israel Pricez menunjukkan bahwa banyak produk lebih mahal pada Januari 2024 dibandingkan Agustus 2023, dua bulan sebelum Israel meluncurkan kampanye pengeboman genosida di Gaza.
“Harga beras Persia naik 17%, minyak zaitun 9%, buncis kering 14%, lentil merah 11%, daging giling 11%, irisan ayam segar 5%, dan irisan schnitzel segar 9%, ayam utuh 11% %, tuna 5%, dan tepung putih 5%,” kata situs tersebut.
Surat kabar tersebut mengutip seorang pejabat rantai makanan Israel yang mengatakan bahwa biaya transportasi laut telah meningkat secara signifikan setelah Houthi mengancam akan menargetkan semua kapal yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah dan menuju pelabuhan Eilat di Israel.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran