Mesir menyatakan tiga hari berkabung menyusul serangan Israel terhadap rumah sakit Palestina di Gaza yang menewaskan hampir 500 orang.
Kepresidenan Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan kemarin: “Presiden Abdel Fattah Al-Sisi, Presiden Republik, memutuskan untuk mengumumkan tiga hari berkabung nasional di Republik Arab Mesir bagi para korban tak berdosa dari pemboman kriminal Gereja Baptis Al-Ahli. Rumah Sakit di Jalur Gaza, dan seluruh martir rakyat Palestina.”
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan, korban “pembantaian” yang menyasar Rumah Sakit Baptis pada Selasa malam berjumlah 471 orang tewas dan ratusan luka-luka, 28 di antaranya dalam kondisi kritis, di tengah berlanjutnya pemboman Israel di Jalur Gaza.
Pada gilirannya, Syekh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, meluncurkan inisiatif “Luka Anda Menyakiti Kami”, yang bertujuan untuk melengkapi rumah sakit lapangan di Gaza dengan tempat tidur medis.
Reda Hegazy, Menteri Pendidikan Mesir, meminta para pelajar untuk mengadakan “mengheningkan cipta selama satu menit untuk jiwa para martir rakyat Palestina.”
Dalam konteks terkait, Mesir menyaksikan, untuk hari kedua berturut-turut, demonstrasi kemarahan di beberapa kota, termasuk Fayoum, Damanhour dan universitas-universitas Mesir seperti Kairo dan Damanhour, “sebagai solidaritas terhadap Gaza, dan sebagai penolakan atas pemboman Israel terhadap Gaza. Rumah Sakit Baptis Nasional di Jalur Gaza, dan pengungsian warga Palestina serta likuidasi masalah Palestina,” menurut media lokal.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran