Pasukan pendudukan Israel telah melakukan 597 pembantaian terhadap keluarga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung sejak dimulainya agresi mereka pada tanggal 7 Oktober, Quds Press melaporkan mengutip kepala kantor media pemerintah Gaza, Salama Marouf.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemarin, Marouf mengatakan pemboman yang terus dilakukan Israel terhadap daerah sekitar rumah sakit, ancaman untuk menyerang rumah sakit dan tuntutan untuk mengevakuasi para pengungsi adalah peningkatan berbahaya yang mengindikasikan niat Israel untuk melakukan lebih banyak kejahatan perang terhadap warga sipil, dengan kejahatan yang paling parah adalah penargetan Rumah Sakit Baptis Al-Ahli , yang menyebabkan terbunuhnya 500 warga sipil.
Dia menjelaskan bahwa pihak administrasi rumah sakit swasta dan pemerintah dengan tegas menolak untuk mengevakuasi mereka dan bersikeras menghadapi ancaman pendudukan, sambil tetap menjalankan tugas kemanusiaan dan profesional mereka untuk membantu yang terluka dan memberikan perawatan kepada yang sakit.
Marouf meminta lembaga-lembaga internasional untuk terus mendokumentasikan kejahatan Israel dan menghadapi ancamannya serta menekannya untuk menghentikan kejahatannya terhadap lembaga dan tim medis.
Dia menambahkan bahwa kejahatan Israel yang sedang berlangsung jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional, yang secara tegas melarang penargetan warga sipil secara sengaja berdasarkan Konvensi Jenewa tahun 1949 dan Protokol Tambahannya.
Dia menegaskan kembali perlunya membawa bahan bakar ke Jalur Gaza untuk memastikan bahwa rumah sakit terus beroperasi dan memberikan layanan kepada warga.
Agresi kekerasan dan tanpa henti yang dilakukan Israel di Jalur Gaza yang terkepung sejauh ini telah menewaskan lebih dari 5.000 warga Palestina, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Sebanyak 15.000 orang terluka dan ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan.[fq/qudspress]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran